KKR (Kader Kesehatan Remaja) SMPN 1 Prembun
Oleh : admin ( 12-10-2016 )

Sahabat SpenZaP,  Agustus lalu SMP Negeri 1 Prembun kembali menorehkan prestasi yakni dengan diraihnya juara I Kader Kesehatan Remaja tingkat kabupaten Kebumen atas nama Wafa Lu’lu’ul Wafir Fuadah. Mungkin banyak sahabat  yang bertanya-tanya, “KKR itu apa sih? Bukankah sudah ada PMR ya?” OK, biar gak penasaran kali ini Tim KKR SpenZaP mau menjelaskan apa itu KKR. Mulai dari definisi, dasar pembentukan, tujuan, dll. Cekidot………

Juara 1 KebumenFoto bersama Pembina KKR, Kepala Sekolah dan Kader 

Perlu kita tau dulu nih bahwa KKR itu beda dengan PMR. Meskipun kedua organisasi ini sama-sama bergerak di bidang Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat (terutama masyarakat sekolah), tapi kita memiliki tujuan dan peran masing-masing

 1. Definisi KKR

KKR ( Kader Kesehatan Remaja) adalah peserta didik yang dipilih oleh guru untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan terhadap diri sendiri, keluarga, dan teman –temannya. Kader Kesehatan Remaja berasal dari peserta didik  kelas VII dan VIII SMP / sederajat, peserta didik  kelas X dan XI SMA/SMK sederajat yang telah mendapatkan pelatihan Kader Kesehatan Remaja. 

2. Dasar Pembentukan KKR

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan pasal 45 dinyatakan bahwa kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Kesehatan sekolah juga diarahkan untuk memupuk kebiasaan hidup sehat agar memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat, aktif berpartisipasi dalam usaha peningkatan kesehatan, baik di sekolah, rumah tangga maupun masyarakat.
Konsep hidup sehat yang tercermin pada perilaku sehat dalam lingkungan sehat perlu diperkenalkan seawal mungkin kepada generasi penerus dan selanjutnya dihayati dan diamalkan. Peserta didik bukanlah lagi semata-mata sebagai obyek pembangunan kesehatan melainkan sebagai subyek dan dengan demikian diharapkan mereka dapat berperan secara sadar dan bertanggung jawab dalam pembangunan kesehatan.
Peserta didik tingkat SMP dan SMA atau sederajat memasuki usia remaja dimana periode ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 s/d 24 th. Namun jika pada usia remaja sudah menikah maka ia sudah tergolong dalam kelompok dewasa.

3. Tujuan KKR

a.  Agar peserta didik dapat menolong dirinya sendiri dan orang lain untuk hidup sehat

b. Agar peserta didik dapat membina teman-temannya dan berperan sebagai promotor dan motivator dalam menjalankan

usaha kesehatan terhadap diri masing-masing.

c. Agar peserta didik dapat membantu guru, keluarga dan masyarakat sekolah yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

 4. Peran KKR

Peran KKR dalam memelihara, membina, meningkatkan dan melestarikan kesehatan lingkungan sekolah adalah bertindak, berbuat dan berperilaku sehat tanpa menunggu perintah dari guru dan juga menjadi contoh bagi peserta didik lainnya.  

5. Kriteria KKR
Kriteria kader kesehatan remaja sebagai berikut :

  1. Telah menduduki kelas VII dan kelas VIII SMP
  2. Berprestasi baik di sekolah/kelas.
  3. Berwatak pemimpin dan bertanggung jawab.
  4. Bersih dan berperilaku sehat
  5. Bermoral baik dan suka menolong.
  6. Bertempat tinggal di rumah sehat.
  7. Diizinkan orang tua.

 6. Pembinaan KKR

Pembinaan kader kesehatan remaja dilakukan bersama lintas sektor tekait yaitu  Pihak Kecamatan, Dikpora, Puskesmas dan Departemen Agama. Pembinaan KKR meliputi kegiatan penemuan dini,  pemeriksaan kesehatan mata, gigi dan mulut, dan pelatihan kader kesehatan remaja.
Dalam pelatihan kesehatan remaja siswa diberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sehat, berbagai penyakit menular, konsultasi bimbingan psikologis, P3K dan Narkoba.

 7. Hasil yang Ingin Dicapai melalui KKR

Hasil yang ingin dicapai adalah KKR menjadi rujukan teman-temannya yang memiliki masalah kesehatan, permasalahan yang sering timbul di antara remaja, maupun remaja dengan orang tuanya Dengan adanya kader kesehatan remaja yang merupakan temannya sendiri maka diharapkan permasalahan yang ada dapat dipecahkan di kalangan mereka sendiri.

 Nah, sekian penjelasannya. Semoga para sahabat remaja semakin mengenal KKR dan semoga pula artikel ini bermanfaat.

 Terima kasih, Wassalamu'alaikum Wr.Wb.  

                                                                                                                                                                                                                                                            Salam PHBS,

 

                                                                     Tim KKR SpenzaP